3 DAMPAK CAMPUR BENSIN BEDA OKTAN

Seperti yang kita ketahui ya, Otofriends, kalau mobil butuh bahan bakar sebagai pemicu. Di Indonesia mungkin banyak banget yang kadang abai dan tidak sadar kalau misalnya sering mencampur bahan bakar dengan beda spesifikasi oktan itu ada dampaknya. Biasanya begini, sekarang isi Pertalite, minggu depannya pakai Pertamax dan kadang dalam satu waktu di tangki masih ada bahan bakar Pertamax, lalu di isi Pertalite sampai penuh.
Sebetulnya ada dampaknya atau tidak kalau mencampur bensin dengan beda oktan dalam satu waktu dan dilakukan cukup sering. Tentu akan ada dampak, meskipun tidak terlalu terasa bagi awam, namun bagi mereka yang berkendara dengan kendaraannya setiap hari pasti akan merasakan beberapa hal berikut ini.
MESIN JADI NGELITIK.
Dampak yang pertama langsung cukup terasa bagi mereka yang jeli adalah mesin jadi ngelitik dalam Bahasa teknisnya knocking. Kondisi ini bisa terjadi jika kita sengaja mencampur bensin beda oktan dalam satu waktu tersebut, tidak terkecuali motor dan juga mobil, akan merasakan hal yang sama. Lalu kenapa sih hal ini bisa terjadi, hal ini terjadi karena adanya kinerja pembakaran yang tidak sempurnya, dan inilah yang bisa membuat kendaraan mobil dan motor jadi ngelitik.
Lihat juga: APA ITU RATING NCAP UNTUK MOBIL?
TARIKAN JADI BERAT.
Lalu dampak pakai bensin campur beda oktan selanjutnya adalah akselerasi mobil bisa jadi berat, ini juga terasa di sepeda motor. Ini terjadi karena senyawa kedua bahan bakar tadi tidak bisa mencampur dan lebur dengan sempurna. Nah, jika ini sering dilakukan, dan sering terasa berat akselerasinya, bisa membuat kinerja mesin makin menurun setiap waktu.
Lihat juga: YUK, PAHAMI SOAL SPESIFIKASI KACA FILM MOBIL
TURUNNYA PERFORMA MESIN KENDARAAN.
Seperti yang sudah sempat disinggung di point kedua adalah, performa mesin bisa jadi menurun. Jika kebiasaan mencampur bahan bakar dengan oktan yang berbeda ini dilakukan secara terus menerus bisa membuat performa mesin jadi menurun. Karena peleburan bahan bakar yang buruk bisa membuat timbulnya kerak dan jika ini terjadi bisa membuat mesin jadi berkurang tenaganya dari sisi teknis.
GUNAKAN BENSIN YANG TEPAT.
Bagaimana cara kita tahu mana bensin yang tepat, dan oktan berapa yang harus digunakan untuk kendaraan. Disarankan, kita sebagai pemilik kendaraan memilih bahan bakar berdasarkan rasio kompresi mobil. Kalau pilih bensin dengan oktan yang rasionya lebih tinggi dari yang dimiliki mobil, jadinya malah gak terbakar sempurnya, dan malah menimbulkan residu yang berdampak buruk kedepannya.
DISARANKAN FOKUS PAKAI SATU JENIS BBM.
Menyambung point 4 tadi, disarankan juga menggunakan satu jenis bahan bakar dengan oktan yang sudah disepakati dan direkomendasikan. Kalau rasio mobil mengatakan disarankan pakai oktan 92 dan ini juga disarankan oleh mekanik, teruslah gunakan bbm oktan 92, supaya kondisi mobil tetap terjaga dan tidak menimbulkan kerak karena tidak sempurnanya pembakaran.
GUNAKAN BENSIN YANG TEPAT UNTUK MOBIL SEHAT:
Kita sudah tahu ya Otofriends kalau compar campur bensin dengan oktan berbeda itu tidak disarankan. Bahaya bisa terasa dikemudian hari, dan kebiasaan ini juga bisa memperburuk kinerja mesin mobil kita.
Terutapa untuk Anda yang berniat ingin membeli mobil bekas misalnya, ketahui riwayat penggunaan oktan BBM pengguna sebelumnya, jika menggunakan BBM di bawah rasio dan rekomendasi, setelah membeli, gunakan selalu bensin yang direkomendasikan. Jangan lupa juga sebelum membeli mobil bekas, pastikan membeli mobil bekas dengan cara menginspeksinya. Agar dipastikan membeli mobil dengan rating terbaik dari jasa inspeksi mobil bekas terbaik seperti Otospector.
Lihat juga: Bengkel Mobil Darurat 24 Jam Bandung
FAQ
-
Apa dampak mencampur bensin dengan oktan yang berbeda?
Mencampur bensin dengan oktan berbeda dapat menyebabkan mesin jadi ngelitik (knocking), tarikan mobil terasa berat, dan menurunkan performa mesin kendaraan secara keseluruhan.
-
Mengapa mesin bisa ngelitik jika mencampur bensin beda oktan?
Mesin ngelitik terjadi karena kinerja pembakaran yang tidak sempurna akibat senyawa bahan bakar yang berbeda tidak dapat bercampur dan terbakar dengan optimal.
-
Bagaimana cara memilih bensin yang tepat untuk kendaraan?
Disarankan untuk memilih bahan bakar berdasarkan rasio kompresi mobil Anda. Menggunakan oktan yang terlalu tinggi dari rekomendasi justru bisa membuat pembakaran tidak sempurna dan menimbulkan residu.
-
Apakah disarankan untuk selalu menggunakan satu jenis BBM?
Ya, sangat disarankan untuk fokus menggunakan satu jenis bahan bakar dengan oktan yang sesuai rekomendasi pabrikan atau mekanik. Hal ini membantu menjaga kondisi mesin dan mencegah timbulnya kerak akibat pembakaran yang tidak sempurna.
Mobil kamu mogok dijalan atau perlu layanan Servis mobil darurat?kontak Bengkel mobil Bandung 24 Jam: Rian Bengkel 081220922274
